Teks Bacaan Surat Al Fatihah (Pembukaan) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

3 min read

Teks Bacaan Surat Al Fatihah – Membaca firman Allah yang telah diturunkan melalui mushaf Al-Quran merupakan anjuran bagi setiap muslim. Setiap surah di Al-Quran pun memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk difirmankan sesuai dengan sebab diturunkannya tiap surah. Ada berbagai kebaikan di setiap ayat yang dibaca pada surah Al Fatihah sehingga surah ini seringkali dilafadzkan di berbagai aktivitas ibadah.

Teks Bacaan Surat Al Fatihah Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya
Teks Bacaan Surat Al Fatihah Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

Asbabun Nuzul Diturunkannya Surah Al Fatihah

Surah Al Fatihah diturunkan di Makkah sehingga disebut surat Makkiyag, meskipun letaknya di awal pembukaan surah-surah lainnya di Al Quran, surah ini tidak diturunkan pertama kali. Al Fatihah terdiri dari 7 ayat yang semuanya memiliki makna besar mewakili seluruh surah yang ada di mushaf Al Quran.

Hal tersebut membuat surah ini disebut sebagai intisari atau rangkuman dari seluruh firman Allah dalam Al Quran. Beberapa tema besar dalam Al Quran yang diwakili lewat surah Al Fatihah antara lain yakni berkaitan dengan tauhid, kabar gembira, keimanan, ancaman, nasihat dan peringatan, serta hukuman bagi orang-orang kafir.

Surah Al Fatihah juga memiliki banyak nama sebutan lain karena berbagai keistimewaannya. Nama-nama tersebut yakni As Sab’ul Matsani atau yang berarti tujuh yang diulang. Kemudian as-salah yang berarti shalat dan doa, ummul kitab yakni induk atau ibu Al Quran, al quranul azhim yakni Quran yang agung, al-asas berarti pondasi, dan masih banyak lagi.

Fadilah Membaca Surat Al Fatihah

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika membaca surah AL-Fatihah sesuai dengan fadhilahnya berikut ini.

  1. Pahala Berlimpah

Al-Fatihah merupakan surah Al Quran yang seringkali mendapatkan anjuran untuk dibaca, dan merupakan sebuah amalan yang terhitung sebagai ibadah. Semua muslim yang sering membaca surah Al-Fatihah memperoleh pahala yang besar bahkan setara dengan membaca satu pertiga Al-Quran.

  1. Memberikan Perlindungan Saat Tidur

Saat sedang tidur, kondisi pikiran manusia mudah dikuasai oleh setan terutama melalui mimpi sehingga sangat dianjurkan untuk berdoa sebelum tidur. Dengan membaca surah Al-Fatihah, kemudian surah An-Naas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas maka bisa dijauhkan dari beragam gangguan setan selama tidur. Serta tidur pun menjadi lebih nyenyak dan damai.

  1. Membuka Jalan Rezeki dan Keselamatan

Al-Fatihah juga memiliki keistimewaan ketika dibaca saat Anda memohon suatu petunjuk atau rezeki sekaligus keselamatan. Amalan ini bisa dilakukan dengan cara membaca surah Al-Fatihah 20 kali terutama setelah shalat fardhu. InsyaAllah atas izin-Nya rezeki dapat dilancarkan, sekaligus dipermudah berbagai jalan hidupnya.

Membaca Al-Fatihah sebelum melakukan perjalanan juga dianjurkan untuk mengingat besarnya kuasa Tuhan. Anda akan memperoleh perlindungan dan keselamatan selama membaca surah ini di berbagai perjalanan.

  1. Doa Bagi yang Punya Hajat

Semua orang pasti memiliki harapan atau keinginan, atau yang biasa disebut dengan hajat. Untuk memperolehnya, setiap manusia dianjurkan untuk berusaha dan berdoa agar harapan yang nantinya dikabulkan akan mengandung berkah dan rahmat-Nya. Membaca Al-Fatihah berkali-kali khususnya di setiap usai shalat fardhu dan shalat Sunnah dapat membuat hajat Anda dikabulkan dan diperlancar.

Beberapa keistimewaan atau fadhilah membaca surah Al-Fatihah di atas hanya sebagian yang bisa Anda peroleh. Sebenarnya masih ada banyak sekali fadhilah lainnya yang mungkin belum Anda ketahui, misalnya sebagai obat untuk meruqyah diri, dan sebagainya. Membaca surah Al-Fatihah secara rutin dan istiqomah juga bisa membuat hati tentram dan dapat menemukan solusi dengan cepat atas berbagai masalah.

Bacaan Surat Al-Fatihah Beserta Arti dan Terjemahannya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

 

Tafsir Jalalayn Surat Al-Fatihah

01. (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)

02. (Segala puji bagi Allah) Lafal ayat ini merupakan kalimat berita, dimaksud sebagai ungkapan pujian kepada Allah berikut pengertian yang terkandung di dalamnya, yaitu bahwa Allah Taala adalah yang memiliki semua pujian yang diungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Taala itu adalah Zat yang harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Zat yang berhak untuk disembah. (Tuhan semesta alam) artinya Allah adalah yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lainnya. Masing-masing mereka disebut alam. Oleh karenanya ada alam manusia, alam jin dan lain sebagainya. Lafal ‘al-`aalamiin’ merupakan bentuk jamak dari lafal ‘`aalam’, yaitu dengan memakai huruf ya dan huruf nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu atas yang lainnya. Kata ‘aalam berasal dari kata `alaamah (tanda) mengingat ia adalah tanda bagi adanya yang menciptakannya.

03. (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yang mempunyai rahmat. Rahmat ialah menghendaki kebaikan bagi orang yang menerimanya.

04. (Yang menguasai hari pembalasan) di hari kiamat kelak. Lafal ‘yaumuddiin’ disebutkan secara khusus, karena di hari itu tiada seorang pun yang mempunyai kekuasaan, kecuali hanya Allah Taala semata, sesuai dengan firman Allah Taala yang menyatakan, “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini (hari kiamat)? Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” (Q.S. Al-Mukmin 16) Bagi orang yang membacanya ‘maaliki’ maknanya menjadi “Dia Yang memiliki semua perkara di hari kiamat”. Atau Dia adalah Zat yang memiliki sifat ini secara kekal, perihalnya sama dengan sifat-sifat-Nya yang lain, yaitu seperti ‘ghaafiruz dzanbi’ (Yang mengampuni dosa-dosa). Dengan demikian maka lafal ‘maaliki yaumiddiin’ ini sah menjadi sifat bagi Allah, karena sudah ma`rifah (dikenal).

05. (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan) Artinya kami beribadah hanya kepada-Mu, seperti mengesakan dan lain-lainnya, dan kami memohon pertolongan hanya kepada-Mu dalam menghadapi semua hamba-Mu dan lain-lainnya.

06. (Tunjukilah kami ke jalan yang lurus) Artinya bimbinglah kami ke jalan yang lurus, kemudian dijelaskan pada ayat berikutnya, yaitu:

07. (Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka), yaitu melalui petunjuk dan hidayah-Mu. Kemudian diperjelas lagi maknanya oleh ayat berikut: (Bukan (jalan) mereka yang dimurkai) Yang dimaksud adalah orangorang Yahudi. (Dan bukan pula) dan selain (mereka yang sesat.) Yang dimaksud adalah orang-orang Kristen. Faedah adanya penjelasan tersebut tadi mempunyai pengertian bahwa orang-orang yang mendapat hidayah itu bukanlah orang-orang Yahudi dan bukan pula orang-orang Kristen. Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan segala sesuatu. Semoga selawat dan salam-Nya dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya, selawat dan salam yang banyak untuk selamanya. Cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong dan Dialah sebaikbaik penolong. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan hanya berkat pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *