Bacaan Marhaban Al-Barzanji Maulid Nabi Serta Ketika Aqiqah Cukur Rambut Bayi

Dalam Islam, ada beberapa adab untuk menyambut bayi yang baru lahir, diantaranya ialah aqiqah dan mencukur rambut bayi. Waktu aqiqah dan mencukur ambut bayi adalah sekitar 7 hari setelah kelahirannya dan hukumnya sunnah. Maksudnya sunnah adalah jika Anda tidak melakukannya tidak apa–apa, tapi sebaiknya selagi bisa lebih baik dilakukan. Berat rambut yang tergunting itu kemudian ditimbang dan seberat itu pula akan dikeluarkan perak untuk disedekahkan kepada fakir miskin.

Doa Cukur Rambut Bayi
Doa Cukur Rambut Bayi

Tradisi mencukur rambut bayi biasanya akan disertai dengan pembacaan Berzanji. Berzanji atau Barzanji merupakan doa-doa, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid Nabi Muhammad saw. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad.

Pembacaan Berzanji pada umumnya dilakukan di masjid-masjid perkampunga. Biasanya orang-orang akan duduk bersimpuh melingkar lalu seseorang membacakan Berzanji, yang pada bagian tertentu disahuti oleh jemaah lainnya secara bersamaan. Terdapat adat sebagian masyarakat, dimana pembacaan Berzanji juga dilakukan bersamaan dengan dipindah-pindahkannya bayi yang baru dicukur selama satu putaran dalam lingkaran. Sementara baju atau kain orang-orang yang sudah memegang bayi tersebut, kemudian diberi semprotan atau tetesan minyak wangi atau olesan bedak.

Bacaan Al-Barzanji

Doa Al-Barzanji Arab

Doa Marhaban Cukur Rambut Bayi
Doa Marhaban Cukur Rambut Bayi

Doa Al-Barzanji Latin

Yaarobbi Sholli ‘Alaa Muhammad, Yaarobbi Sholli ‘Alaihi Wasallim

Yaarobbi Balighul Wasiilah, Yaarobbi Khush Shohu Bilfadhiilah

Yaarobbi Wardho A’nishshohaabah, Yaarobbi Wardho A’nissulalah

Yaarobbi Wardho A’nilmasyaayikh, Yaarobbi Farham Waalidiinaa

Yaarobbi Warhamnaa Jamii’aa, Yaarobbiwarhamkulla Muslim

Yaarobbi Waghfirlikullimudnib, Yaarobbi Lataqtho’ Rojaanaa

Yaarobbi Yaasaami’du’aanaa, Yaarobbi Ballighnaa Nazuuruh

Yaarobbi Tafsyaanaabilnuurih, Yaarobbi Hifzhoonak Wa Amalik

Yaarobbi Waskinnaa Jinaanak, Yaarobbi Ajirnaa Min’adzaabik

Yaarobbi Warzuknaa Syahaadah, Yaarobbi Hitnaa Bissa’aadah

Yaarobbi Yaarobbi Washlih Kullamushlih, Yaarobbi Wakfikullamudzii

Yaarobbi Nakhtim Bilmusaffah, Yaarobbi Sholli ‘Alaihi Wasallim

Selain membaca bacaan Barzanji, saat mencukur rambut si bayi, dianjurkan membaca doa ini.

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Allahumma nurus samawati wa nurusy syamsyi wal qamari, Allahumma sirrullahi nurun nubuwwati rasulullahi shallallahu ‘alaihi wasallam walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya:

” Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Doa Aqiqah

Berikut lafaz doa aqiqah dalam bentuk kata kata (lafal) atau lafadz bahasa Arab. Sebaiknya doa ini dilantunkan bersama oleh orangtua si bayi dan tamu undangan sebagai bentuk mohon doa restu.

Doa Aqiqah Arab

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا. اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ, بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ. واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ.

Doa Aqiqah Latin

Bismillahirrokhmanirrokhim. washollallahu (washolawwohu) ‘ala sayyidinaa mukhammadin wa ‘alaa alihi wasokhbihi wasallam, Allahumma U’iydzuhu bilwaakhidish-shomadi minssyarro kulla dziy khasadin. U’iy dzu haa bika wadzuuoyyatahaa minasy-syaiythoonirrojiymiAllahummaj’al hadzaal waladan shoo likhan. Allahumma innaa nas’alukassalaamatan fiiddunyaa waddaiyni wanas’alukazzayaadata walbarokata fiil’ilmi waarzuqil marzuuqiina. Ilahii innaka qod ‘allamta adamal asmaa’akullahaa waqod amaranaa nabiyyaka mukhammadin Shollallahu ‘alaihi wasallama bi’ikhsaa nihaa fahaa nakhnu nusammaa hadzaalwalada bismi yunaasibu. Ahlalbaiyti…. Ilahii Ashbakhnaa ‘alaa fothrotilislaami wa’alaa kalimatil ijlaashi wa’alaa diyni nabiyyanaa Mukhammadin shollaallahu ‘alihi wasallama ‘alaa millati abiynaa ibroohiima khaniifammuslimawamaa kaana minamussyrikiin. Allahumma innaa nas’aluka lisaandzaakirowaqolbangsyaa kirowabadanangshoobirowazawjatangtu’iynunaa fiiddunyaa wal aakhirot. Wana’uudzubika yaa robbunaa miwwaladiyakuunu ‘alainaa sayyadawamimmro’ati tusyayabunaa qobla waqtilmasiybi wamimmaliyyakuuna ‘adzaaballanaa wawabaalan ‘alaynaa wamingjaarin irroaa minnaa khasanatang katamahaa wairroaa minna syaiy’atan. Af syaa han. Allahumma taqobbal minnaa ‘aqiiqotanaa robanaa, birokhmatika yaa arkhamarroookhimiin. walhamdulillah hirobbil alamin

Arti Doa Aqiqah

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, teriring keluarganya, dan sahabatnya. Ya Allah, aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada Tuhan yang maha esa lagi Tuhan tempat meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan untuk ibu anak-anak dan keturunannya dengan Zat Engkau dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, hendaklah Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh. Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dunia dan agama, kami memohon kepada-Mu penambahan dan keberkahan dalam ilmu, dam limpahkanlah rizki kepada orang-orang yang berkah mendapatkan rizki. Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Adam, dan sungguh Nabi-Mu Muhammad Saw telah memerintahkan kepada kami memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini …..(sebutkan nama anak).

Wahai Tuhanku, kami dipagi hari di atas kesucian Islam, di atas kepastian ikhlas, di atas agama Nabi Muhammad Saw, dan di atas agama bapak kami Ibrohim sebagai orang yang cenderung kepada kebenaran lagi yang tunduk (kepada ajaran) dan tidaklah ia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu lisan yang berzikir, hati yang bersyukur, badan yang bersabar, dan istri yang menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat. Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang kepada kami sebagai tuan, dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang menjadi siksaan dan bencana bagi kami, dan dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan. Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahati Tuhan kami, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Pada acara pengajian aqiqah, rambut si bayi dicukur (cukuran) dan dilakukan pemberian nama yang baik seperti yang disebutkan dalam doa di atas. Tanggungjawab orangtua tidak selesai dengan dilaksanakannya acara tasyakuran aqiqah. Sesudah acara aqiqah dilangsungkan, orangtua dapat mengambil hikmahnya yang selanjutnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah berbagi rasa nikmat dan syukur dengan orang lain. Bahkan, tugas orangtua mendidik anak merupakan tanggungjwab yang utama.