✔ Doa Nabi Yunus Ketika dalam Perut Ikan Paus Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya

Doa Nabi Yunus – Diantara beberapa nabi yang wajib kita imani (25 nabi) terdapat salah satu nabi yang mempunyai kisah menarik, tidak kalah dengan kisah nabi yang lainnya. Berbeda hal dengan Nabi Ibrahim yang tidak mempan ketika dibakar oleh Raja Namrud, atau Nabi Sulaiman yang bisa menaklukkan bangsa jin, manusia dan hewan. Nabi Yunus alaihis salam mempunyai kisah dimana beliau pernah ditelan oleh ikan paus. Dalam keadaan menyesal, didalam perut ikan paus tersebut beliau berdoa meminta kepada Allah SWT Tuhan semesta alam. Lantas apa doa yang beliau panjatkan tersebut? Simak penjelasan Doa Nabi Yunus ketika dalam perut ikan paus berikut ini.

Doa Nabi Yunus Ketika dalam Perut Ikan Paus

Doa Nabi Yunus untuk Hajat

Sebelum membahas dahsyatnya doa Nabi Yunus ketika dalam perut ikan paus, akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu dzun nuun. Perlu Anda ketahui bahwa nuun berarti ikan. Sedangkan kata dzun nuun mengandung makna bahwa Nabi Yunus a.s pernah dimakan oleh ikan paus. Jadi sampai disini Anda sudah paham bukan, siapa sebenarnya yang mendapat sebutan sebagai dzun nuun.

Diceritakan dalam Al-Quran bahwa kala itu Nabi Yunus a.s meninggalkan umatnya dan berniat untuk menaiki sebuah kapal. Disana banyak sekali penumpangnya sehingga dikhawatirkan kapal akan karam. Setelah diundi, dipilihlah Nabi Yunus untuk dibuang ke laut sebagai tindakan untuk mengurangi beban kapal. Allah pun tidak mengizinkah bahwasanya salah satu rasulnya harus binasa, akhirnya beliau mengutus seekor paus untuk menangkap Yunus. Dalam keadaan merasa bersalah karena meminggalkan umatnya, di dalam perut ikan paus beliau bertaubat sembari membaca doa sebagai berikut.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin

Artinya:

“Tidak Ada Tuhan yang Berhak Disembah Kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya” (Q.S Al Anbiyaa’: 87)

Tanpa diduga doa beliau dikabulkan oleh Allah SWT. Ikan paus tersebut memuntahkan isi perutnya yang berisi Nabi Yunus as. Beliau ditemukan di pinggir pantai dalam keadaan sakit dan lemas. Sepulihnya beliau, ketika sampai di tempatnya dulu beliau disambut oleh umatnya dengan suka cita. Banyak umat beliau yang kemudian meyakini bahwa yang berhak untuk disembah hanyalah Allah SWT, Tuhan semesta alam.

Dalil Hadits Doa Nabi Yunus

Untuk menguatkan mengenai Doa Nabi Yunus, sebenarnya Doa Nabi Yunus sudah pernah di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah Dalil Hadits Doa Nabi Yunus :

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Rahasia Dibalik Doa Nabi Yunus

Dibalik dahsyatnya doa “Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin” yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus as., terkandung makna yang menarik untuk ditelusuri. Sesungguhnya di dalam doa tersebut terdapat makna pentauhidan kepada Allah SWT, yakni “Laa Ilaaha Illa Allah” bahwasanya memang tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah SWT. Kedua, doa tersebut mengandung sebuah pengakuan bahwa diri ini penuh dengan kekurangan di sana-sini.

Tidak ada yang sempurna, bahkan hal kecil saja terkadang manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Ketiga, yakni berisi tentang sebuah pengakuan untuk bertaubat. Doa tersebut mengandung makna bahwa kita harus senantiasa beristighfar memohon ampunan kepada Allah atas segala perbuatan maupun ucapan yang terkadang tidak kita sadari, namun bisa saja termasuk dalam golongan yang aniaya. Maka tidak heran jika kekuatan doa tersebut mampu menyelamatkan Nabi Yunus ketika dimakan oleh ikan paus.

Berdasarkan pembahasan mengenai Doa Nabi Yunus ketika dalam perut ikan paus tersebut, dapat diambil hikmah bahwasanya dalam keadaan apapun baik bahagia maupun marah. Kita diperintahkan untuk senantiasa melibatkan Allah didalamnya. Karena kita semua tahu bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung. Semoga bermanfaat.