Doa Qunut Dan Doa Qunut Nazilah Hukum, Tata Cara, Manfaat Lengkap 2019

Doa Qunut – Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Selamat datang kembali di website doaseharihari, yang merupakan sebuah website yang di dalamnye berisi pembahasan mengenai berbagai macam doa yang sering kita baca dan panjatkan kepada Tuhan semesta alam, Allah SWT.

doa qunut subuh

Dan dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai doa qunut, yang di dalamnya juga akan ada pembahasan mengenai doa qunut subuh, doa qunut nazilah, hukum doa qunut, Tata cara doa qunut, Manfaat dan keutamaan doa qunut, dan apa yang dilakukan apabila lupa doa qunut.

Doa Qunut Dan Artinya

Kata qunut meupakan salah satu akar kata dari kata qanata yang artinya adalah patuh dalam mengerjakan sesuatu atau taat kepada Allah SWT.

Meskipun sebenarnya ada beberapa perbedaan pendapat antara beberapa ulama, melafadzkan bacaan qunut Bahasa Indonesia ini merupakan salah satu sunnah muakad atau ab’ad yang bisa dibilang sangat kuat apabila dijalankan.

Akan tetapi, beberapa imam atau ulama dari berbagai macam madzhab memiliki bberapa pendapat dalan menjalankan doa qunut ini. Penjelasan mengenai bacaan doa qunut, qunut shubuh, doa witir, bacaan qunut nazilah dan juga doa sholat witir.

Berikut ini adalah bacaan doa qunut beserta tulisan latin dan juga artinya:

Doa Qunut Subuh

Keterangan : Silahkan ganti kata aku menjadi kami untuk arti doa Qunut yang berjamaah.

Video Doa Qunut

Doa Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah doa yang di baca ketika ada saudara kita sesama muslim yang sedang terkena musibah. Berikut ini adalah lafadz doanya:

doa qunut nazilah

Video Doa Qunut Nazilah

Hukum Doa Qunut

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin penah ditanya mengenai tentang pendapat ulama dari 4 madzhab mengenai do qunut. Lalu beliau pun menjawab sebagai berikut ini:

1. Pendapat dari para ulama Malikiyyah. Para ulama dari madzhab malikiyyah berpendapat bahwa doa Qunut hanyalah di baca saat sholat subuh saja. Dan ketika melaksanakan sholat witir atau pun sholat yang lainnya tidak membaca doa qunut ini.

2.Pendapat dari ulama Syafi’iyyah. Ulama dari Syafi’iyah berpendapat bahwa bacaan doa qunut pada sholat witir hanya ada saat sholat witir yang dilaksanakan pada setengah akhir bulan Ramadhan saja. Serta hanya di baca saat melaksanakan sholat subuh saja, apabila untuk sholat wajib yang lainnya tidak di bacakan doa qunut ini.

3.Pendapat dari para ulama Hanafiyah. Menurut ulama Hanafiyah, bacaan qunut hanya dibaca saat melaksanakan sholat witir saja. Tidak di bacakan saat melaksanakan sholat wajib, dan hanya akan di baca apabila ada yang mengalami sebuah musibah, ini pun hanya di baca saat sholat shubuh, dan yang membacanya hanya imam saja. Kemudian jamaah yang mengamininya.

4.Pendapat para ulama Hanabilah atau Hambali. Para ulama hanabilah berpendapat bahwa qunut hanya dibaca saat sholat witir dan tidak akan di baca saat sholat wajib, selain apabila ada musibah penyakit yang sedang terjadi di masyarakat.

Pada keadaan tersebut, imam atau pun yang lainnya bisa mewakilkan untuk membaca doa qunut ketika sholat 5 waktu, kecuali saat sholat jumat.

Imam Ahmad pernah berpendapat bahwa ada dalil yang pernah menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukan qunut witir sebelum atau pun sesudah melakukan ruku’

Berikut inilah pendapat yang pernah di derikan oleh para ulama dari 4 madzhab, terserah anda untuk mengikuti madzhab yang mana.

Berdasarkan kitab sunan, pernah mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah membaca doa qunut seperti yang i atas, dan hal ini pun telah di shahihkan oleh banyak ulama.

Lalu pastinya da pernyataa, apakah harus mengangkat tangan saat membaca doa qunut? Lalu Syaikh Ibnu Utsmain pun menjawab bahwa makmum haruslah mengikuti imam, lalu mengamini doa imam, hal ini dilakukan agar terjadinya persatuan antara semua oang muslim.

Apabila ada perselisihan mengenai semua hal yang ada di atas, maka haruslah ada pembicaraan yang di lakukan oleh para umat Nabi Muhammad SAW, akan tetapi akan lebih baik apabila tidak ada terjadinya perselisihan. Bahkan merupakan suatu keharusan bagi semua umat muslim untuk mencri ilmu agama dan haruslah tetap berlapang dada terkait masalah yang sedang melanda.

Melalui keterangan dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin bahwasebaiknya untuk paa makmum mengamini doa qunut dengan mengangkatkan tangannya, hal ini dilakukan agar tidak terjadi pepecahan di antara umat muslim.

Imam Ahmad berpendapat bahwa apabila makmum yang berada di belakang imam mendengar imam membaca doa qunut, maka hendaknya ia mengamininya dengan mengangkat kedua tangan. Walaupun kita ketahui bahwa pendapat Imam Ahmad ini tidaklah disyariatkan  qunut subuh seperti apa yang telah di kita pahamui dari pendapat beliau.

Walau pun seperti itu, Imam Ahmad masih memberikan keringanan, yaitu dengan mengangkat tangan dengan mengamini doa yang di bacakan oleh imam.

Baca Juga :Doa Setelah Sholat

 Alasan Qunut Tetap Dibaca Walaupun Khilafah Islamiyah Sudah untuh

Beberapa ulama mengetahui bahwasanya qunut itu dibaca saat ada terkena musibah, sedangkan sejak runtuhnya khalifah yang terkhir, yaitu Turki Utsmaniyah runtuh pada tahun1924, sehingga ini membuat umat islam menjadi selalu dalam musibah dan posisi kaumnya tetap berada di bawah.

Oleh karena itulah, bacaan qunut selalu di baca setelah melaksanakan sholat, yaitu sholat subuh. Oleh karena pembacaan dari qunut ini berdasarkan dalil yang sudah jelas yang menyatakan bahwa qunut di baca saat ada masalah, maka hal ini pun menjadi masuk akal

Dari hal ini kita dapat melakukan analisa dan juga kesimpulan bahwa ternyata ada kontradiksi tentang pembacaan qunut yang pernah di baca oleh Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi ada juga bebrapa pendapat dari sahabat yang menganggap hai ini sebagai bid’ah.

Terkait masalah yang ada di atas, hai ini tentunya merupakan masalah yang sudah biasa apabila kita sedang mempelajari tentang ilmu fiqih mengenai tata cara ibadah. Hal ini tentunya suah terjadi sejak zaman dahulu.

Lalu apakah sikap yang harusnya kita ambil? Pastinya kalau kita akanmengikuti ulama, akan berbeda-beda, apabila salah satu hadits dianggap kuat dan lainnya dianggap lemah. Maka sikap kita yang seharusnya adalah dengan menguatkan salah satu hadits dan juga mencari pendapat yang tentunya lebih baik.

Akan tetapi ada juga beberapa hadits yang saling berlawanan akan tetapi tetap sama shahihnya, maka dengan hal ini sangat tidak baik apabila kita harus menguatkan salah satunya dan melemahkan yang satunya. Maka dari hal itu, inilah beberapa sikap yang perlu kita ambil:

  1. Nasikh Mansukh, yaitudengan menghapuskan atau mebatalkan salah satu dari hadits. Namun hal ini apat dilakukan apabila telah ditemukan hadits yang dengan gamblang atau dengan sangat jelas keshahihannya. Hal seperti ini contohnya adalah zaman dahulu ketika masih diperbolehkan nikah mut’ah dan sekarang dilarang, atau ketika zaman dahulu tidak diperbolehkan untuk ziarah kubur dan sekaran sudah diperbolehkan.
  2. Menemukan keterang yang berkaitan dengan perbedaan yang ada tentang hadits atau dalil yang sedang mengalami kontradiksi. Bisa saja Nabi Muhammad SAW, melakukan sesuatu karena berdasarkan kondisi tertentu pada waktu itu.
  3. Harus menerangkan bahwa hal ini masih termasuk ke dalam ilmu fiqih, yang memang untuk masalah teknis ibadah merupakan pilihan yang sangat beragam dan diperkenankan, dimana pada zaman dahulu Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakannya dan sekarang kita yang melaksanakannya, hal inilah yang menjadi keluwesan dari islam.

Jelas bahwa terjadi adanya perbedaan yang jelas mengenai doa qunut ini yang dapat kita jumpai pada beberapa hadits yang sebenarnya perbandingannya masih sama kuat, dan shahihnya juga masih sama-sama kuat, Rasulullah juga sbenarnya pernah membaca doa qunut pada sholat witir di bulan Romadhon.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa hal demikian dapat dilakukan apabila mengerjakan sholat witir, dan juga saat sholat 5 waktu yang biasa, akan tetapi saat adanya musibah saja.

Secara garis besar dapat kita uraikan bahwa qunut dapat di baca ketika ada musibah maupun tidak adanya musibah. Qunut yang dibaca ketika musibah atau untuk musuh adalah qunut nazilah, sedangkan qunut yang di baca saat sholat adalah qunut witir atau qunut yang biasa.

Ada juga yang mengatakan bahwa qunut ini di baca selama satu bulan penuh, akan tetapi setelah itu Nabi Muhammad SAW tidak melaksanakannya lagi.

Sedangkan dalil yang menyebutkan bahwa qunut dibca setelah sholat shubuh, maghrib atau isya tidak ada penjelasan mengenai apakah terus berlanjut untuk dilaksanakan atau kah tidak.

Ada pula pihak yang mengatakan bahwa dalil ini bersifat umum, artinya yaitu bisa untuk di baca kapan saja.

Demikian pula kalau ada dalil yang mengatakan bahwa doa qunut ini dibaca setelah mengerjakan gerakan ruku’, akantetapi Imam Tirmidi juga pernah menerangkan bahwa ada beberapa ulama yang membaca qunut sebelum ruku’. Dan kedua hal ini sebenarnya sama-sama shahih.

Maka dengan melihat hal ini, kita tidakboleh untuk menguatkan atau melemahkan salah satu dalilnya, karena kedua hal itu sama shahihnya. Hanya ada satu orang yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak memperbolehkan membaca qunut saat shubuh, yaitu Abdullah bin Nafi’.

Sedang yang mengatakan bahwa qunut adalah perkara yang baru seluruhnya berasal dari Abu Malik Al Asyija’i bin Thariq yang tinggal kurang lebih 5 tahun di daerah kufah.

Hali ini tentunya tidak dapat dijadikan sebab, karena ini hanya kesaksian selama 5 tahun saja.

Karena berdasarkan riwayat Ibnu Majah bahwa 50 tahun itu adalah salah, karena mana mungkin Nabi Muhammad SAW tinggal di Kuffah selama 50 tahun.

Tata Cara Doa Qunut

Terkait dalam tata cara pembacaan qunut adalah ketika kita mengerjakan gerakan i’tidal terakhir dalamsholat dan biasanya dapat dilafadzkan ketika setiap kali sholat fardhu.

Doa qunut ini bisa di baca ketika ada saudara kita yang sedang terkena musibah, karena qunut ini sendiri merupakan bentuk solidaritas dan persaudaraan kita untuk sesama umat muslim agar Allah SWT menghapuskan semua musibah yang sedang menimpa.

Doa Qunut Itu Wajib Atau Sunnah

Disampin itu pasti ada pertanyaan, sebenarnya membaca doa qunut itu wajib ataukah sunnah, yang pasti diantara para Shahabat Nabi Muhammad SAW berpendapattbahwa hal ini sebenarnya masalah yang sunnah dan tidak termasuk wajib, jadi apabila tidak melaksanakannya di sholat fardhu, maka tidak akan membatalkan sholat. Dan apabila ada yang mewajibkan atau memaksakan pembacaan ini,maka tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan.

Manfaat Dan Keutamaan Doa Qunut

Doa qunut bukanlah hanya doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT semata. Apabila kita membaca qunut, kita juga akan mendapatkan manfaat serta keutamaan yang sangat berlimpah di dalam kehidupan, dan berikut ini adalah beberapa manfaat serta keutamannya:

  1. Memberikan petunjuk. Pada kalimat awal qunut , memiliki arti permintaan oleh seorang hamba kepada Allah SWT agar di beri petunjuk. Kata itu bisa bermakna tawasul, yaitu kata yang menerangkan bahwa Allah SWT telah memberikan nikmat dan hidayah kepada hamba-Nya. Dengan membaca doa qunut secara istiqomah saat sholat subuh, maka kita akan dianugerahi oleh petunjuk Allah SWT.
  2. Mendapatkan Perlindungan. Allah SWT selalu melindungi hambanya dari bahaya dan agar selalu aman, hal ini karena Allah SWT memiliki sifat yang pengasih lagi Maha Penyayang. Saat para hamba meminta, maka Allah akan ssenantiasa melindungi dan menganugerahkan rahmatnya.
  3. Menghindarkan dari segala macam penyakit. Kalimat Waafini fiimanhadait diyakini oleh beberapa orang dapat memberikan keselamatan. Kalimat ini pula yang dapat meberikan keslamatan manusia dari ancaman berbagai macam penyakit, yang sewaktu-waktu dapat menimpa. Doa ini bukan hanya untuk melawan penykit yang sifatnya menyerang tubuh atau fisik saja, akan tetapi juga dapat mencegah dari timbulnya penyakit hari yang sangat jahat.
  4. Membarikan berkah Pada Nikmat Yang Diberikan. Pada kalimat wabarik lii iima athoit, yang memiliki arti Berkahilah kepadaku terhadap apa yang telah engkau berikan. Pada kalimat itulah terbukti bahwa Allah SWT telah menganugerahkan segala berkah pada hamba-Nya. Sedikit atau pun banyaknya berkah yang telah Allah SWT berikan, pastinya akan tetap menjadi sebuah kenikmatan.

Apa Yang Dilakukan Apabila Lupa Doa Qunut?

Kita sebagai manusia biasa pastinya di liputi oleh banyak sekali kekurangan , salah satunya adalah sifat pelupa saat sedang beribadah kepada Allah SWT. Adapun apabila kita sedang melupakan beberapa gerakan atau lupa mengerjakan salah satu rukun sholat, maka kita harus melakukan sujud syahwi, berikut ini caranya:

  1. Niat. Sujud syahwi juga memerlukan yang namanya niat, yang dibaca di penghujung rakaat yang terakhir. Setelah mengerjakan tahiyat akhir, sebelum kita mengucapkan salam, takbir dan sujus dengan melafadzkan doa sujud syahwi.
  2. Sujud, lalu membaca doa berikut ini sebanyak 3 kali:
  3. Duduk diantara dua sujud. Setelah kita membaca doa sujud syahwi, lalu duduk di antara dua sujud dengan membaca doa yang sama ketika kita sedang melakukan duduk diantara dua sujud.
  4. Sujud sekali lagi. Setelah itu duduk diantara dua sujud, lalu suju sekali lagi. Setelah itu tahiyat akhir dengan mengucapkan salam.

Demikianlah pembahasan saya mengenai doa qunut, yang didalamnya juga terdapat pembahasan mengenai doa qunut subuh, doa qunut nazilah, hukum doa qunut, Tata cara doa qunut, Manfaat dan keutamaan doa qunut, dan apa yang dilakukan apabila lupa doa qunut.

Baca Juga :Doa Iftitah

Semoga dapat membantu anda yang sedang mencari tahu mengenai doa qunut, dan saya juga berharap bahwa anda dapat mengamalkan doa ini dalam kehidupan sehari-hari, agar anda dapat menerima manfaat dan juga keutamaan yang terkandung di dalam doa ini.

Saya juga berpesan kepada anda agar sering-seringlah untuk mampir di website doaseharihari, apabila anda sedang mencari tahu mengenai doa apa pun yang sering kita baca dan panjatkan kepada Tuhan semesta alam, yaitu Allah SWT, dalam kehidupan atau ibadah kita sehari-hari.

Terima kasih telah membaca. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tags: