Teks Bacaan Surat Al-Falaq (Waktu Subuh) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

Teks Bacaan Surat Al-Falaq – Al-Falaq merupakan salah satu surat yang ada di dalam al-Qur’an. Jika dilihat dari waktu turunya, surat Al-Alaq merupakan surat yang turun ke dua puluh. Namun di dalam Al-Qur’an surta ini merupakan surat ke 113. Surat Al-Falaq turun bersamaan dengan surat An-Nas. Agar lebih jelasnya mengenai Asbabun Nuzul dari surat Al-Falaq, maka silakan simak ulasan berikut ini.

Teks Bacaan Surat Al-Falaq

Asbabun Nuzul Surat Al-Falaq

Salah satu riwayat menceritakan bahwa pada sata itu Rasulullah SAW sakit keras. Sehingga pada saat itu datanglah dua malaikat. Salah satu malaikat yang datang kepada RAsulullah SAW mengatakan bahwa, Rasulullah SAW terkena sihir yang dibuat oleh Labid bin al-A’sham Al Yahudi, sihir tersebut berupa gulungan dan disimpan di sumur kediaman si fulan di bawah sebuah batu besar. Kemudian malaikat tersebut menyuruh Rasulullah SAW untuk datang ke sumur yang dimaksud.

Pagi harinya Rasulullah SAW mengutus ‘Amar bin Yasir dengan kawan-kawanya untuk mendatangi sumur yang dimaksud. Ketika menimba air dalam sumur tersebut, air dalam sumur tersebut berwarna merah. Setelah menimba air di dalam sumur sampai agak kering, lalu mereka mengangkat batu besar dan membakarnya, dan ternyata ada sebelas simpul tali dalam gulungan sihir. Dari peristiwa inilah, Allah SWT menurunkan surat Al-Alaq dan surat An-Nas.

Setiap Rasulullah membaca satu ayat, maka terbukalah satu simpul dari gulungan sihir tersebut. dari cerita tersebutlah yang menjadikan dasar surat Al-Falaq diturunkan. Surat ini hanya terdiri dari emat ayat saja, sehingga akan lebih mudah untuk dihafalkan. Ada dua surat dalam Al-Qur’an yang disebut Al Mu’awwidzatai. Dua surat  yang dimaksud adalah surat Al-Falaq dan surat An-Nas.

Surat Al-Falaq disebut dengan Al- Mu’awwidzatai Al’ula, sedangkan surat An-Nas disebut Al Mu’awwidzatai Ats Tsaniyah. Kedua surat ini adalah surat yang menuntun pembacanya menuju tempat perlindungan.

Fadillah Surat Al-Falaq

Surat Al-Falaq juga memiliki fadillah bagi setiap yang membacanya. Berikut ini adalah fadillah dari surat Al-Falaq bagi anda yag rajin membaca surat Al-Falaq

  • Untuk Pelindungan Dari Segala Bentuk Kejahatan, Salah Satunya Adalah Sihir

Isi dari surat Al-Falaq adalah agar selalu dilindungi oleh Allah SWT. Setiap membaca surat Al-Falaq berarti anda meminta agar selalu dilindungi oleh Allah SWT dari segala kejahatan. Salah satu kejahatan adalah sihir, secara otomatis ketika membaca surat ini, maka anda akan selalu dilindungi oleh Allah SWT dari segala bentuk sihir.

  • Agar Terhidar Dari Sifat yang Buruk

Iri, sombong, riya, dan sifat buruk laiya adalah sifat buruk yang harus dihidari oleh setiap manusia. salah satu cara agar terhindar dari sifat-sifat buruk tersebut adalah dengan membaca surat Al-Alaq. Surat ini dapat melindungi anda dari sifat-sifat buruk tersebut, dan anda akan lebih bisa mengintropeksi diri sendiri, sehingga anda tidak akan menyelahkan orang lain.

  • Terhidar Dari Godaan Setan

Godaan setan juga termasuk keburukan, agar selalu terhidar dari godaan setan, baik itu yang berupa manusia atau jin, maka sebaiknya sebelum tidur, anda membaca surat Al-Falaq yang dibaca bersamaan dengan surat An-Nas. Insya Allah dengan membaca kedua surat tersebut anda akan terhindar dari segala godaan setan.

  • Tidak Ada Bandinganya

Dalam hadist riwayat Muslim, menyebutkan bahwa surat Al-Falaq serta An-Nas adalah surat yang diturunkan pada malam hari dan tidak ada bandinganya. Para ulama menjelaskan, bahwa kedua surat tersebut adalah surat yang tidak ada badninganya dalam hal meminta peelindungan. Jadi selalu mambaca kedua surat tersebut agar selau dilindungi oleh Allah SWT.

Membaca Al-qur’an itu penting, selain iklas karena Allah SWT yang semata-mata hanya mengharapkan ridho Allah SWT, jelas ada banyak sekali fadillah dari setiap membaca Al-qur’an., selain itu memabaca Al-quran dapat memberikan ketentraman hati. Jadi luangkan waktu untuk selalu membaca Al-Qur’an.

Teks Bacaan Surat Al-Falaq Beserta Arti Terjemahan Bahasa Indonesia

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ – ١

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ – ٢

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ – ٣

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ – ٤

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ – ٥

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Tafsir Surat Al-Falaq Al-Jalalayn

01. (Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai falaq) atau waktu subuh.

02. (Dari kejahatan apa yang telah diciptakan-Nya) yaitu dari kejahatan makhluk hidup yang berakal dan yang tidak berakal; serta dari kejahatan benda mati seperti racun dan lain sebagainya.

03. (Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita) artinya dari kejahatan malam hari apabila telah gelap, dan dari kejahatan waktu purnama apabila telah terbenam.

04. (Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus) yaitu tukang-tukang sihir wanita yang menghembuskan sihirnya (pada buhul-buhul) yang dibuat pada pintalan, kemudian pintalan yang berbuhul itu ditiup dengan memakai mantera- mantera tanpa ludah. Zamakhsyari mengatakan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh anak-anak perempuan Lubaid yang telah disebutkan di atas tadi.

05. (Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki) atau apabila ia menampakkan kedengkiannya lalu berusaha atas kedengkian yang dipendamnya itu, sebagaimana yang telah dikerjakan oleh Lubaid si Yahudi tadi; dia termasuk orang-orang yang dengki terhadap Nabi saw. Ketiga jenis kejahatan yang disebutkan sesudah lafal Maa Khalaq, padahal semuanya itu telah terkandung di dalam maknanya, hal ini tiada lain mengingat kejahatan yang ditimbulkan oleh ketiga perkara tersebut sangat parah.