Teks Bacaan Surat Al-Fill (Pasukan Gajah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahanya

Teks Bacaan Surat Al-Fill – Kaum muslim sudah pantasnya bersyukur mempunyai kitab suci yang keasialanya dijaga langsung oleh Allah SWT. Sudah sepantasnya juga kaum muslim membaca dan memperlajari Al-Qur’an, hal ini dikarenakan Al-qur’an adalah pedoman hidup bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah SWT. Ada 114 surat di dalam Al-Qur’an, surat-surat tersebut memilii sabab turunya masing-masing.

Teks Bacaan Surat Al-Fill (Pasukan Gajah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahanya
Teks Bacaan Surat Al-Fill (Pasukan Gajah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahanya

Selalu ada maksud adan tujuan di masing-masing surat atau ayat Al-Qur’an sesuai dengan sebab turunya (Asbabun Nuzul) tiap surat atau ayat Al-Qur’an. Surat Al-Fill merupakan surat Al-Qur’a yang diturunkan ke 19, agar lebih mengenal  mengenai surat ini, maka anda bisa simak ulasan berikut ini

Asbabun Nuzul Surat Al-Fill

Al-Fill berarti gajah, surat ini terdiri dari lima ayat. Surat ini berisi mengenai pasukan gajah yang akan menyerang ka’bah, pasukan gajah tersebut dipimpin oleh Abraham. Salah satu tujuan Abraham menghancurkan Ka’bah adalah berkaitan dengan keinginan Abraham agar orang Arab merpindah kiblat. Dari yang awalnya kiblat ke Ka’bah berpindah ke Katedral di San’a.

Seperti diketahui bahwa Rasulullah SAW lahir saat peristiwa penyerangan ka’bah oleh pasukan gajah tersebut. surat Al-Fill ini turun sekitar 45 tahun setelah peristiwa tersebut. turunya surat Al-Fill ini adalah sebagai pengingat kembali peristiwa dahsyat tersebut, sekaligus untuk memberian pesan pada umat muslim bahwa Allah SWT telah melindungi ka’bah dari panyerangan pasukan gajah yang dipimpin oleh Abraham.

Fadhilah Surat Al-Fill

Adapun fadhilah dari surat Al-Fill adalah sebagai berikut ini.

  • Terhindar Dari Perbuatan Jahat

Semakin hari sering sekali mendengar berita-berita mengenai kejahatan. Hal ini lah yang membuat merasa sangat khawatir saat sedang melakukan kegiatan apapun, terlebih lagi egiatan yang dilakukan di luar rumah. Agar anda terhindar dari segala perbuatan jahat, maka anda bisa membaca surat Al-Fill. Bacalah surat ini bersamaan dengan surat Al-Insyira pada saat salat subuh, pada rakaat pertama bacalah surat Al-Fatihah kemudian bacalah surat AL-Insyira, dan pada rakaat kedua bacalah Al-Fatihah kemudian bacalah Al-Fill. Insya Allah dengan mengamalkannya secara rutin dan terus-menerus, anda akan dilindungi dari tangan-tangan jahat

  • Dimurahkan Rezeki

Setiap orang pasti menginginkan rezeki yang selalu berlimpah dan lanjar. Pastiny agar rezeqi anda selalu berlimpah, anda harus berdoa dan bekerja keras. Dengan membaca surat Al_fill sebanya1000 kali selama 40 hari, maka Insya Allah akan memudahkan anda dalam urusan rezeki.

  • Dapat Mengalahkan Musuh

Jika anda berada di medan perang, dan ingin melawan musuh-musuh anda. maka anda bisa membaca surat Al-Fill, bacalah surat ini agar musuh merasa takut dan kemudian musuh akan lari dengan sendirinya. Tapi alangkah baiknya memang jangan ada lagi peperangan, selalu berdoa kepada Allah agar tidak ada lagi peperangan, dan jika ada Negara yang perang,  alangkah baiknya untuk mendoakan agar perang yang terjadi segera usai.

  • Akan Semakin Disayang Istri

Suami mana yang tidak merasa senang ketika memilii istri yang sayang kepadanya. Agar semakin disayang istri anda, anda bisa membacakan surat Al-Fill ke makanan manis atau perfume, kemudian berikanlah makanan atau parfum tersebut kepada istri anda. insya Allah atas seijin dari Allah SWT anda akan semakin disayang oleh istri anda.

Itulah beberapa fadhilah dari surat Al-Fill yang dapat anda rasakan ketika rutin membaca surat tersebur. Jika anda rutin membaca surat Al-Fill. Semuanya akan sia-sia jika anda tidak dapat istiqomah dalam mengamalakan surat Al-Fill, dan tentunya anda harus memiliki niat semata-mata hanya karena Allah SWT.

Teks Bacaan Surat Al-Fill dan Arti Terjemahannya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ – ١

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ – ٢

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ – ٣

dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ – ٤

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ – ٥

sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Tafsir Surat Al-Fill Al-Jalalayn

01. (Apakah kamu tidak memperhatikan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna takjub; artinya sepatutnya kamu merasa takjub (bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah) orang yang mempunyai gajah itu bernama Mahmud yang disertai oleh teman-temannya, yaitu raja negeri Yaman yang bernama Abrahah berikut tentaranya. Dia telah membangun sebuah gereja di Shan’a dengan tujuan supaya orang-orang berpaling dari menziarahi Mekah dan tidak menziarahinya lagi. Pada suatu hari ada seseorang lelaki dari Kinanah telah membuat kejadian di gereja tersebut, ia melumuri bagian gereja yang dijadikan kiblat dengan kotoran unta dengan maksud menghinanya. Abrahah bersumpah untuk menghancurkan Kakbah. Lalu ia datang ke Mekah bersama tentaranya, beserta gajah-gajah milik Mahmud tadi. Ketika mereka mulai bergerak hendak menghancurkan Kakbah, Allah mengirimkan kepada mereka apa yang dikisahkan-Nya melalui firman selanjutnya yaitu:

02. (Bukankah Dia menjadikan) telah menjadikan (tipu daya mereka itu) dalam rangka menghancurkan Kakbah (sia-sia) maksudnya hanya menjerumuskan mereka ke dalam kerugian dan kebinasaan.

03. (Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong) atau yang bergelombang secara berturut-turut. Menurut suatu pendapat bahwa lafal Abaabiil ini tidak ada bentuk Mufradnya, sama halnya dengan lafal Asaathiir. Menurut pendapat yang lain bahwa bentuk tunggalnya adalah Abuul atau Ibaal atau Ibbiil yang wazannya sama dengan ‘Ajuul, Miftaah dan Sikkiin.

04. (Yang melempar mereka dengan batu berasal dari tanah yang terbakar) yakni tanah liat yang dibakar.

05. (Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan) atau bagaikan daun tanaman yang dimakan oleh ternak, kemudian diinjak-injak dan dicabik-cabiknya. Allah telah membinasakan setiap orang dari mereka dengan batu yang padanya telah tertulis nama orang yang dikenainya. Setiap batu bentuknya lebih besar sedikit daripada biji ‘adasah dan agak kecil daripada biji kacang Humsh; batu itu dapat menembus topi baja tentara yang berjalan kaki dan gajah yang dibawanya, kemudian batu itu jatuh ke tanah setelah menembus badan mereka. Hal tersebut terjadi pada tahun kelahiran Nabi saw.