Teks Bacaan Surat Al-Humazzah (Pengumpat) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

3 min read

Teks Bacaan Surat Al-Humazzah – Al-Qur’an berisi mengenai firman-firman Allah SWT. Memabacanya walaupun hanya sehuruf saja sudah mendatangkan pahala, apalagi jika mampu mengkhataman Al-Qur’an, jelas pahalanya akan lebih banyak. Selain itu dapat mengkhataman Al-Qur’an juga akan mendatangkan rasa kebahagiaan dan kebanggan tersediri.

"<yoastmark

Sudah sepatutnya sebagai umat muslim selalu meluangan watku untuk membaca Al-Qur’an. Selain membaca, tidak ada salahnya juga memperlajari mengenai sebab turunya suau surat di Al-Qur’an. Upaya ini agar dapat memilii pemahaman makna di setiap ayat dalam Al-Qur’an. Berikut ulasan mengenai Asbabun Nuzul surat Al-Humazah

Asbabun Nuzul Surat Al-Humazzah

Surat Al-Humazzah merupakan surat ke 104 di dalam Al-Qur’an. Surat ini diturunkan sesudah surat Al-Qiyamah, dan sebelum surat Al-Mursalat. Di salah satu riwayat menjelaskan mengenai Asbabun Nuzul atau sebab turunya surat Al-Humazah. Dalam riwayat tersebut menyebutkan bahwa Usman bin Affan masih mengingat dengan jelas ayat 1-2 dari surat Al-Hummazah diturunkan, surat Al-Humazzah diturunkan berakaitan dengan Ubay bin Khalaf, yaitu seorang tokoh Quraisy yang sangat kaya.

Ia selalu menghina dan menjelekan Rasulullah SAW dengan segala kekayaan yang ia miliki. Riwayat lain juga menyebutkan bahwa ketika Ummayah bin Khalaf setiap kali bertemu Rasulullah SAW, Maka ia akan menghina dan mencela Rasulullah SAW, dari hal inilah Allah SWT lalu menurunkan surat Al-Humazzah secara keseluruhan. Surat ini berisi tentang anacama Allah SWT kepada orang-orang yang suka mengumpat, mencela, dan tidak mau mengamalkan harta bendanya untuk kebaikan di jalan Allah SWT.

Fadhilah Surat Al-Humazzah

ada banyak manfaat ketika anda membaca surat Al-Hummazah sesuia dengan fadhilahnya berikut ini

  • Menyadarakan Akan Siksaan Neraka

Dengan mambaca surat Al-Hummazah, sudah seharusnya para umat muslim terasadar akan bahanaya mengumpat orang lain, serta meninbun harta bendanya tanpa mimikirkan orang lain, Allah SWT telah menyediakan neraka Huthamah bagi orang-orang yang melakukan perbuatan seperti itu. Semoga anda dan semua umat muslim di dunia ini bukanlah orang-orang yang seperti itu.

  • Keluasan Rezeki dan Memperbanyak Harta

Jelas tak ada yang ingin hidup susah, semua orang pasti ingin hidup nyaman dan enak, dan juga memiliki banyak harta. Dengan membaca surat Al-Hummazah setelah selesai salat rawatib dan salat sunnah, maka Insya Allah anda akan diluaskan rezekinya dan diperbanyak hartanya oleh Allah SWT.

  • Terhindar Dari Gangguan Sihir atau Guna-guna

Sudah selayaknya sebagai manusia selalu berdoa kepada Tuhan agar terhindar dari mara bahaya. Sihir atau guna-guna merupakan salah satu bahaya yang dapat menyerang siapa saja. salah satu cara agar anda terhindar dari gangguan sihir adalah anda cukup membaca surat AlHummazah, bacalah sebanyak tujuh kali secara rutin pada watu pagi dan sore hari, Insya Allah anda akan dilindungi oleh Allah SWT dari gangguan sihir.

  • Menyembuhkan Sakit Mata

Saat anda atau kelauraga anda, atau teman anda terkena penyakit mata, maka ada salah satu cara untuk menyembuhkanya. Cara tersebut yaitu cukup bacakan doa surat Al-Hummazah kepada orang yang sakit mata, Insya Allah atas izin Allah SWT penyakit mata akan segera sembuh.

Keempat fadhilah surat Al-Hummazah bisa anda rasakan manfaatnya, apabila anda senang tiasa mengamalkan surat Al-Humazzah. Semoga bisa selalu istiwomah dan rutin membaca surat Al-Hummazah, selain itu semoga dengan membaca surat-surat di dalam Al-Qur’an anda bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Teks Bacaan Surat Al-Humazzah Arab & Latin Beserta Terjemahan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

wailul likulli humazatil lumazah

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ

allażī jama’a mālaw wa ‘addadah

yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

yaḥsabu anna mālahū akhladah

dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ

kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah

Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ

wa mā adrāka mal-ḥuṭamah

Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ

nārullāhil-mụqadah

(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ

allatī taṭṭali’u ‘alal-af`idah

yang (membakar) sampai ke hati.

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ

innahā ‘alaihim mu`ṣadah

Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

fī ‘amadim mumaddadah

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

 

Tafsir Surat Al-Humazzah Oleh Tafsir Al-Jalalain

  1. (Kecelakaanlah) lafal Al-Wail ini adalah kalimat kutukan, atau nama sebuah lembah di neraka Jahanam (bagi setiap pengumpat lagi pencela) artinya yang banyak mengumpat dan banyak mencela. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang- orang yang suka mengumpat Nabi saw. dan orang-orang mukmin, seperti Umaiyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain- lainnya.
  2. (Yang mengumpulkan) dapat dibaca Jama’a dan Jamma’a (harta dan menghitung-hitungnya) dan menjadikannya sebagai bekal untuk menghadapi bencana dan malapetaka.
  3. (Dia menduga) karena kebodohannya (bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya) dapat menjadikannya hidup kekal dan tidak mati.
  4. (Sekali-kali tidak!) kalimat ini mengandung makna sanggahan. (Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan) menjadi Jawab Qasam dari lafal yang tidak disebutkan; artinya sesungguhnya dia benar-benar akan dicampakkan (ke dalam Huthamah) dan segala sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya pasti hancur berkeping-keping.
  5. (Dan tahukah kamu) atau apakah kamu mengetahui (apa Huthamah itu?)
  6. (Yaitu api -yang disediakan- Allah yang dinyalakan) yang dinyalakan dengan besarnya.
  7. (Yang naik) maksudnya panasnya naik membakar (sampai ke hati) lalu membakarnya; rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut dan dapat memasuki pori-pori, lalu membakar hati.
  8. (Sesungguhnya api itu atas mereka) di dalam ayat ini Dhamir dijamakkan karena memandang dari segi makna (ditutup rapat-rapat) dapat dibaca Mu`shadah dan Muushadah; artinya mereka dibakar dengan api itu dalam keadaan ditutup rapat.
    009. (Pada tiang-tiang) dapat dibaca ‘Amadin dan ‘Umudin (yang panjang) lafal ini menjadi sifat dari lafal sebelumnya; dengan demikian maka api itu berada dalam tiang-tiang tersebut.

 

 

Download Murottal MP3 Surat Al-Humazzah

Abdurrahman Al Ausy

Download

Abdurrahman As Sudais

Download

Ahmad Basith Abd Samath

Download

Ahmad Saud

Download

Hani Ar Rifai

Download

Muhammad Thaha Al Junayd

Download

 

Muzammil Hasballah

Download

Nabil Ar Rifai

Download

Saad Al Ghamidy

Download

Ziyad Pattel

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *