Teks Bacaan Surat Al Infitar (Terbelah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

5 min read

Surat Al Infitar yang artinya adalah terbelah merupakan surat ke 82 di dalam Al Quran. Surat yang terdiri dari 19 ayat ini termasuk ke dalam surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah. Surat Al Infitar memiliki bacaan ayat Al Quran dengan 1 ruku’ yang berada di jus 30. Nama Al Infitar diambil menjadi judul karena pada ayat pertama surat ini diawali dengan kata Infatharat.

Teks Bacaan Surat Al Infitar (Terbelah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya
Teks Bacaan Surat Al Infitar (Terbelah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

Serupa dengan surat Al Quran yang lain, Surat Al Infitar ini juga mengandung banyak sekali keutamaan yang patut untuk diteladani. Untuk lebih jelasnya, berikut kami ulas mengenai asbabun nuzul, kandungan, dan fadhillah dari Surat Al Infitar ini.

Asbabun Nuzul Surat Al Infitar

Salah satu hadist yang mengisahkan mengenai asbabun nuzul dari Surat Al Infitar diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa asbabun nuzul atau sebab musabab diturunkannya Surat Al Infitar yaitu kepercayaan dan  perilaku Ubay Bin Khalaf yang kufur dan ingkar terhadap hari ba’ts atau hari dibangkitkanya manusia dari alam kubur. Maka dari itu, sebagai teguran kepada setiap manusia yang tidak mempercayai akan datangnya hari kebangkitan, Allah SWT menurunkan sebuah surat yaitu Surat Al Infitar ayat 6 yang berbunyi:

‘’wahai manusia, perihal apa yang telah memperdaya kalian sehingga berbuat durhaka dan ingkar terhadap Allah SWT, dzat yang maha pemurah’’.

Kandungan Surat Al Infitar

  1. Keimanan

Peringatan dan pelajaran kepada manusia bahwa mereka diikuti oleh dua malaikat yang bertugas untuk mencatat amal baik maupun amal buruknya. Maka dari itu, mereka tidak dapat bersembunyi

Pelajaran kepada manusia bahwa pada hari pembalasan kelak manusia terbagi menjadi dua golongan yaitu golongan manusia yang berbuat ingkar dan golongan manusia yang beriman

  1. Kisah

Inti  dari kandungan Surat Al Infitar adalah mengenai hari kiamat yang pasti akan tiba apabila Allah SWT telah menentukan. Dalam surat ini juga dijelaskan mengenai kisah mengenai kondisi dan keadaan alam semesta ketika hari tersebut telah tiba

  • Langit terbelah

Langit dipersatukan dengan kekuatan berbeda, sehingga benda-benda luar angkasa dapat melintasi orbitnya masing-masing dengan teratur. Sebagai dzat yang memegang kendali penuh atas system tata surya, Allah SWT dapat merusak system tersebut sehingga terjadi kekacauan yang luar biasa, seperti langit terbelah yang telah menjadi inti bahasan dalam Surat Al Infitar ini.

  • Air Laut Meluap

Apabila system tata surya dan bumi telah dirusak oleh Allah SWT, maka bukan hanya langit yang terbelah melainkan air laut yang akan membanjiri dan menghancurkan peradaban manusia. Seperti yang kita ketahui bahwa memiliki komposisi 25% daratan dan 75% lautan.

  • Kuburan akan dibuka

Akibat sistem kehidupan di bumi tidak berfungsi lagi, maka salah satu dampak yang pasti akan terjadi adalah sistem gravitasi yang tidak berfungsi lagi. Maka dari itu, apa saja yang berada di dalam tanah baik itu kuburan dan benda lainnya akan disingkap oleh Allah SWT

Fadhilah Membaca Surat Al Infitar

Selain pahala yang melimpah apabila membaca bacaan Al Quran Surat Al Infitar,kita juga akan mendapatkan khasiat atau fadhilah lain. Salah satu keutamaannya adalah dihindarkan dari gangguan orang yang berniatan jahat terhadap diri sendiri atau pun keluarga kita. Maka dari itu, bacalah Surat Al Infitar ayat 1-6 sebanyak 100x dalam satu kali majlis.

Teks Bacaan Surat Al Infitar Arab, Latin dan Terjemahan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ

iżas-samā`unfaṭarat

Apabila langit terbelah,

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ

wa iżal-kawākibuntaṡarat

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ

wa iżal-biḥāru fujjirat

dan apabila lautan dijadikan meluap,

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ

wa iżal-qubụru bu’ṡirat

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ

‘alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat

(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ

yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm

Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ

allażī khalaqaka fa sawwāka fa ‘adalak

yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ

fī ayyi ṣụratim mā syā`a rakkabak

dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ

kallā bal tukażżibụna bid-dīn

Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ

wa inna ‘alaikum laḥāfiẓīn

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ

kirāmang kātibīn

yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu),

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

ya’lamụna mā taf’alụn

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ

innal-abrāra lafī na’īm

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,

وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

wa innal-fujjāra lafī jaḥīm

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ

yaṣlaunahā yaumad-dīn

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ

wa mā hum ‘an-hā bigā`ibīn

Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ

wa mā adrāka mā yaumud-dīn

Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ

ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ

yauma lā tamliku nafsul linafsin syai`ā, wal-amru yauma`iżil lillāh

(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Tafsir Surat Al Infitar Al-Jalalain

01. (Apabila langit terbelah) atau menjadi belah.

02. (Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan) artinya menukik dan berjatuhan.

03. (Dan apabila laut-laut dijadikan meluap) maksudnya sebagian bertemu dengan sebagian lainnya sehingga seakan-akan menjadi satu lautan, maka bercampurlah air yang tawar dengan air yang asin.

04. (Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar) maksudnya tanahnya dibalik lalu orang-orang mati yang ada di dalamnya dibangunkan hidup kembali. Sebagai Jawab dari lafal Idzaa berikut lafal-lafal lain yang di’athafkan kepadanya ialah:

05. (Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui) waktu terjadinya hal-hal tersebut, yaitu hari kiamat (apa yang telah dikerjakannya) yaitu amal perbuatan yang telah dikerjakannya (dan) apa (yang dilalaikannya) yang tidak dikerjakannya.

06. (Hai manusia) yakni orang kafir (apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia) sehingga kamu berbuat durhaka kepada-Nya?

07. (Yang telah menciptakan kamu) padahal sebelumnya kamu tidak ada (lalu menyempurnakan kejadianmu) yakni Dia menjadikan kamu dalam bentuk yang sempurna, lengkap dengan anggota-anggota tubuhmu (dan menjadikan kamu seimbang) artinya Dia menjadikan bentukmu seimbang, semua anggota tubuhmu disesuaikan-Nya; tiada tangan atau kaki yang lebih panjang atau lebih pendek dari yang lainnya; dapat dibaca Fa’adalak dan Fa’addalak.

08. (Dalam bentuk apa saja) huruf Ma di sini adalah huruf Shilah atau kata penghubung (yang Dia kehendaki. Dia menyusun tubuhmu.)

09. (Bukan hanya durhaka saja) kalimat ini mengandung makna cegahan atau larangan bersikap lupa daratan terhadap kemurahan Allah swt. (bahkan kalian mendustakan) hai orang-orang kafir Mekah (hari pembalasan) yakni pembalasan amal perbuatan.

010. (Padahal sesungguhnya bagi kalian ada yang mengawasi) yaitu malaikat-malaikat yang mengawasi semua amal perbuatan kalian.

011. (Yang mulia) artinya mereka dimuliakan di sisi Allah (dan yang mencatat) maksudnya menjadi juru tulis amal perbuatan kalian.

012. (Mereka mengetahui semua apa yang kalian kerjakan) tanpa kecuali.

013. (Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti) yakni orang-orang mukmin yang benar-benar mantap dalam keimanannya, (benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan.)

014. (Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka) yakni orang-orang kafir (benar-benar berada dalam neraka) yang apinya sangat membakar.

015. (Mereka masuk ke dalamnya) atau menjadi penghuninya, ia merasakan panas api yang membakar itu (pada hari pembalasan) yaitu di saat mereka menerima pembalasan.

016. (Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu) artinya tidak bisa melepaskan diri darinya.

017. (Tahukah kamu) lafal Adraaka maknanya sama dengan lafal A’lamaka, yakni tahukah kamu (apakah hari pembalasan itu?)

018. (Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?) ayat ini mengungkapkan tentang kedudukan hari pembalasan yang agung itu.

019. (Yaitu pada hari) yakni hari itu adalah hari (seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain) atau seseorang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain. (Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah) artinya tiada suatu urusan pun pada hari itu selain-Nya. Dengan kata lain, pada hari itu tiada seorang pun yang dapat menjadi perantara atau penengah, berbeda halnya dengan di dunia.

Download MP3 Murottal Surat Al Infitar

Ahmed Al Misbahi

Download MP3

 Muhammad Taha Al Junaid

Download MP3

 Saud Al Shuraim

Download MP3

Saad Al Ghamidi

Download MP3

Sahl Yasin

Download MP3

 Nasser Al Qatami

Download MP3

 Mustafa Raad Al Azzawi

Download MP3

Hani Ar Rifai

Download MP3

Aziz Alili

Download MP3

 Abdul Rahman Jamal Aloosi

Download MP3

Abdallah Kamel

Download MP3

 Abdul Rahman Al Sudais

Download MP3

 Abdallah Kamel

Download MP3

Demikian ulasan lengkap mengenai Surat Al Infitar lengkap dengan kisah asbabun nuzul, kandungan, dan fadhilahnya. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *