Teks Bacaan Surat Al-Ma’un (Barang yang Berguna) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

Diposting pada

Teks Bacaan Surat Al-Ma’un – Setiap surat di Al-qur’an memilki Asbabun Nuzulnya masing-masing. Asbabun nuzul Adalah suatu ilmu mengenai sebab turunya surat-surat di dalam Al-qur’an. Surat Al-Ma’un merupakan salah satu surat di dalam Al-qur’an. Surat ini adalah surat ke 107 di dalam Al-qur’an. Allah SWT pasti mempunyai maksud dan tujuan dari diturunkanya surat ini. agar lebih jelas mengenai Asbabun Nuzul Surat Al-Ma’un, maka anda bisa menyimak ulasan berikut ini.

Teks Bacaan Surat Al-Ma’un (Barang yang Berguna) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya
Teks Bacaan Surat Al-Ma’un (Barang yang Berguna) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

 

Asbabun Nuzul Surat Al-Ma’un

Sebagaian ulama menjelaskan, jika ayat-ayat pada surat ini tidak diturunkan secara bersamaan, jika ayat satu sampai tiga diturunkan di Mekkah, sedangkan ayat empat sampai tujuh diturunkan di Madinah. Tapi mayoritas ulama berpendapat bahwa surat ini termasuk golongan surat Makkiyah. sebab turunya surat satu sampai tiga, didasari suatu peristiwa. setiap akhir pekan Abu Sufyah selalu menyembelih unta, pada suatu ketika datanglah seorang anak yatim yang meminta sedikit daging dari unta yang telah disembelih tersebut.

Tapi bukanya memberi, Abu Sufyan malah menghardik anak yatin tersebut dan mengusirnya, dari kisah ini lah turun surat Al-Ma’un ayat satu sampai tiga. Sedangkan ayat empat sampai tujuh diturunkan berkaitan dengan kaum munafik yang salat bukan karena Allah SWT, salat mereka digunakan untuk pamer. Mereka akan salat jika ada yang melihat, namun ketika tidak ada yang melihat mereka akan meninggalkan salat, serta mereka enggan untuk menolong orang lain dengan barang yang berguna.

Sifat-sifat buruk tersebutlah yang seharusnya selalau dihindari oleh semua umat muslim. Seorang muslim harusnya selalu mengayomi anak-anak yatin dengan cara, memberi bantuan berupa uang, berupa makanan, pakaian, ilmu dan bantuan-bantuan lain yang bermanfaat, serta seorang muslim sudah sepantasnya melakukan segala bentuk ibadah hanya karena Allah SWT.

 

Fadhilah Surat Al-Ma’un

Adapun fadhilah dari surat Al-Ma’un adalah sebagai berikut ini

  • Doa Akan Mudah Terkabul

Surat ini termasuk surat yang pendek serta mudah unutk dihafalkan, bagi anda yang ingin segera doanya dikabulkan oleh Allah SWT, maka ada baikanya anda membaca surat Al-Ma;un sehabis salat fardhu dan sama sekali belum berbicara, dengan izin Allah SWT segala doa anda akan segera dikabulkan oleh Allah SWT.

  • Menjadikan Salat Lebih Khusyu’

Dengan membaca surat Al-Ma’un serta mengetahui Asbabun Nuzulnya, maka anda diharapkan untuk bisa salat lebih khusyu’, mengerjakan salat tepat waktu, serta niat salat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dilihat orang lain lalu dicap sebagai seseorang yang rajin dalam hal ibadah.

  • Menjadikan Alat-Alat Dapur Tidak Mudah pecah

Pering, gelas, mangkok adalah alat-alat dapur yang biasanya terbuat dari keramik. Salah satu sifat keramaik adalah apabila jatuh akan pecah. Namun saat anda membacakan surat Al-Ma’un ke alat-alat dapaur yang mudah pencah, maka Insya Allah alat-alat dapar tersebut tidak akan mudah pecah.

  • Dorongan berbuat baik

Dari surat Al-Ma’un, ada hal yang dapat dipelajari bahwa seorang muslim harusnya selalu mengasihi anak-anak yatim dan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim, serta anjuran untuk membantu siapa saja dengan barang-barang yang berguna serta layak. Dengan membaca dan memahami isi dari surat Al-Ma’un, maka anda akan mendapat dorongan untuk selalu berbuat baik terhadap sesama.

 

Teks Bacaan Surat Al-Ma’un (Barang yang Berguna) Arab Latin & Terjemahan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ

fa żālikallażī yadu”ul-yatīm

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn

dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

fa wailul lil-muṣallīn

Maka celakalah orang yang salat,

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhụn

(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

allażīna hum yurā`ụn

yang berbuat ria,

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

wa yamna’ụnal-mā’ụn

dan enggan (memberikan) bantuan.

 

Tafsir Surat Al-Ma’un Al-Jalalain

  1. (Tahukah kamu orang yang mendustakan hari pembalasan?) atau adanya hari hisab dan hari pembalasan amal perbuatan. Maksudnya apakah kamu mengetahui orang itu? Jika kamu belum mengetahui:
  2. (Maka dia itulah) sesudah huruf Fa ditetapkan adanya lafal Huwa, artinya maka dia itulah (orang yang menghardik anak yatim) yakni menolaknya dengan keras dan tidak mau memberikan hak yang seharusnya ia terima.
  3. (Dan tidak menganjurkan) dirinya atau orang lain (memberi makan orang miskin) ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang yang bersikap demikian, yaitu Al-‘Ash bin Wail atau Walid bin Mughirah.
  4. (Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat.)
  5. (Yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya) artinya mengakhirkan salat dari waktunya.
  6. (orang-orang yang berbuat ria) di dalam salatnya atau dalam hal-hal lainnya.
  7. (Dan enggan menolong dengan barang yang berguna) artinya tidak mau meminjamkan barang-barang miliknya yang diperlukan orang lain; apalagi memberikannya, seperti jarum, kapak, kuali, mangkok dan sebagainya.

 

Download Murottall Surat Al-Ma’un MP3

Abdul Basith Abdush Shamad

Download

Abdulla Al Mathrud

Download

Abdurrahman Al Aussy

Download

Abdurrahman As Sudais

Download

Ahmad bin Ali al ’Ajmy

Download

Ahmad Saud

Download

Hani Ar  Rifai

Download

Muhammad Thaha Al Junaid

Download

Nabil Ar Rifai

Download

Saad Al Ghamidy

Download

Ziyad Pattel

Download

Itulah manfaat-manfaat yang dapat diambil dari surat Al-Ma’un. Sebagai seorang muslim memang harusnya senang tiasa berbuat baik dengan sesama, dan selalu mengerjakan segala hal dengan iklas karena Allah SWT. Dalam hal ibadah juga dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *