Teks Bacaan Surat An-Nas (Manusia) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

3 min read

Teks Bacaan Surat An-Nas  – Asbabun nuzul adalah suatu pembasan ilmu mengenai latar belakang atau sebab-sebab turunya suatu ayat Al-qur’an. Dengan mengetahui Asabun Nuzul ayat dalam Al-qur’an, maka akan memuduhkan para Mufassir unuk menentukan tafsir dan pamahaman terhadap suatu ayat dari balik kisah diturunkan ayat tersebut. surat An-Nas adalah surat ke 114 di dalam Al-qur’an dan merupakan surat penutup Al-qur’an. Ada kisah yang melatar belakangi diturunkanya surat an-Nas. Agar lebih jelas anda bisa menyimak ulasan mengenai asbabu nuzul surat An-Nas berikut ini.

 

Teks Bacaan Surat An-Nas (Manusia) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahannya

 

Asbabun Nuzul Surat An-Nas

surat An-Nas berarti “manusia”, surat ini terdiri dari enam ayat. surat ini diturunkan bersamaan dengan surat Al-Falaq. Kerdua surat tersebut di sebut sebagai surat Al Mu’awwidzatai, yaitu surat yang menuntun pembacanya menuju tempat perlindungan. Bersamaan dengan surat Al-Falah, surat An-Nas diturunkan oleh Allah SWT berkenaan dengan peristiwa saat Rasulullah SAW terkena sihir.

Beberapa riwayat memang menjelaskan bahwa surat An-NAs dan Al-Falaq diturunkan sebagai obat penawar saat Rasulullah SAW terkena sihir. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada saat itu ada seorang Yahudi yang melakukan sesuatu kepada RAsulullah SAW, hal ini mengakibatkan Rasulullah SAW sakit parah, sehingga para sahabat merasa yakin bahwa Rasulullah SAW terkena sihir.

Kemudian malaikat Jibril turun membawakan surat AL-Falaq dan An-Nas untuk mengobati RAsulullah SAW. Akhirnya Rasulullah SAW kembali sehat. Dalam surat An-Nas ini, Allah SWT memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah SWT dari beisikan setan, baik dari golongan jin atau golongan manusia.

Fadillah Surat An-Nas

Ada berbagai macam manfaat yang dapat anda ambil dari membaca surat An-Nas susaui dengan fadillahnya, seperti yang akan diulas berikut ini

  • Sebagai Pelindung

Surat An-Nas merupakan surat Al Mu’awwidzatai yang arinya, surat ini dapat menuntun pembacanya menuju tempat perlindungan. Dengan membaca surat An-Nas bersamaan dengan membaca surat Al-Falaq, maka anda akan mendapat perlindungan dari Allah SWT dari segala kejahatan mahluk-Nya. Hadist riwayat An-Nasa’I menyebutkan bahwa kedua surat ini adalah sesuatu yang paling baik digunakan untuk berlindung.

  • Akan Dicukupkan Dari Segala Sesuatu

Dengan membaca surat An-Nas serta Al-Falaq sebanyak tiga kali di waktu pagi dan petang, maka Insya Allah segala kebutuhan anda akan dicukupkan oleh Allah SWT. Ini sesuai dengan salah satu hadits Abu Dawud yang menjelaskan bahwa, barang siapa yang memabacanya (surat Al-Falaq dan An-Nas)  sebanyak tiga kali di waktu pagi dan petang, niscaya Allah Akan mecukupinya dari segala sesuatu.

  • Dijadikan Bacaan Ruqiyah

Ruqiyah adalah cara pengobatan secara islami, cara meruqiyah adalah dengan  membacakan ayat-ayat dalam Al-qur’an. Saat anda dalam keadaan sakit, anda bisa membacakan surat An-Nas dan AL-Falaq, dan meruqiyah diri anda sendiri. Rasulullah SAW pun pernah meruqiyah dirinya sendiri. Kala itu bRasulullah SAW sedang sakit parah. Beliau pun meruqiyah dirinya sendiri dengan membacakan surat An-Nas dan surat AL-Falaq. Namun ketika sakit Rasulullah semakin parah, maka Aisyah lah yang membacakan kudua surat tersebut kepada RAsululah SAW.

  • Terhidar Dari Penyakit

Selain dengan menjaga pola makan dan rajin olahraga, ada satu cara lagi yang sangat diajurkan untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhidar dari penyakit. Cara tersebut adalah dengan senang tiasa berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari segala penyakit. Dengan membaca surat An-Nas dan Al-Falaq sebanyak 41 kali berturut-turut Selama tiga hari, atau lima hari, serta 7 hari, maka Insya Allah anda akan terhidar dari segala macam penyakit, baik penyakit yang disebabkan setan atau manusia.

Itulah beberapa fadillah dari surat An-Nas yang dapat anda ambil manfaatnya. Semoga anda bisa selalu istiqomah dan rutin unutk membaca surat-surat yang ada di dalam Al-quran. Membaca surat-surat dalam Al-qur’an akan menjadikan hati anda lebih tentram.

 

Teks Bacaan Surat An-Naas dan Terjemahannya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢

Raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

dari (golongan) jin dan manusia.”

Tafsir Surat An-Naas Al-Jalalayn

001. (Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb manusia) Yang menciptakan dan Yang memiliki mereka; di sini manusia disebutkan secara khusus sebagai penghormatan buat mereka; dan sekaligus untuk menyesuaikan dengan pengertian Isti’adzah dari kejahatan yang menggoda hati mereka.

002. (Raja manusia.)

003. (Sesembahan manusia) kedua ayat tersebut berkedudukan sebagai Badal atau sifat, atau ‘Athaf Bayan, kemudian Mudhaf Ilaih. Lafal An-Naas disebutkan di dalam kedua ayat ini, dimaksud untuk menambah jelas makna.

004. (Dari kejahatan bisikan) setan; setan dinamakan bisikan karena kebanyakan godaan yang dilancarkannya itu melalui bisikan (yang biasa bersembunyi) karena setan itu suka bersembunyi dan meninggalkan hati manusia bila hati manusia ingat kepada Allah.

005. (Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia) ke dalam kalbu manusia di kala mereka lalai mengingat Allah.

006. (Dari jin dan manusia”) lafal ayat ini menjelaskan pengertian setan yang menggoda itu, yaitu terdiri dari jenis jin dan manusia, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu melalui firman-Nya, “yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin.” (Q.S. Al-An’am, 112) Atau lafal Minal Jinnati menjadi Bayan dari lafal Al-Waswaasil Khannaas, sedangkan lafal An-Naas di’athafkan kepada lafal Al-Waswaas. Tetapi pada garis besarnya telah mencakup kejahatan yang dilakukan oleh Lubaid dan anak-anak perempuannya yang telah disebutkan tadi. Pendapat pertama yang mengatakan bahwa di antara yang menggoda hati manusia adalah manusia di samping setan, pendapat tersebut disanggah dengan suatu kenyataan, bahwa yang dapat menggoda hati manusia hanyalah bangsa jin atau setan saja. Sanggahan ini dapat dibantah pula, bahwasanya manusia pun dapat pula menggoda manusia lainnya, yaitu dengan cara yang sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka sebagai manusia. Godaan tersebut melalui lahiriah, kemudian merasuk ke dalam kalbu dan menjadi mantap di dalamnya, yaitu melalui cara yang dapat menjurus ke arah itu. Akhirnya hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *