Teks Bacaan Surat At-Takasur  (Bermegah-megah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahanya

Teks Bacaan Surat At-Takasur – Ilmu Al-Qur’an yang mebahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu surat atau beberapa ayat Al-Qur’an diturunkan disebut sebagai Azbabun Nuzul. Selain membaca Al-Qur’an, mengetahui Asbabun Nuzul suatu surat atau ayat Al-Qur’an juga merupakan hal yang penting.

Teks Bacaan Surat At-Takasur (Bermegah-megah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahanya
Teks Bacaan Surat At-Takasur (Bermegah-megah) Arab Latin Indonesia dan Arti Terjemahanya

Dengan mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat atau surat dapat membantu memahami makna ayat atau surat dalam Al-Qur’an tersebut. Surat At-Takasur merupakan surat ke 102 di dalam Al-Qur’an, surat ini termasuk golongan surat Makkiyah. Mangenai Azbabun Nuzul surat ini akan dijelaskan berikut ini.

Asbabun Nuzul Surat At-Takasur

Surat ini terdiri dari delapan ayat, At-Takasur memiliki arti bermegah-megahan. Sebab turunya surat ini berkaitan dengan suatu peristiwa. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah yang berkata bahwa pada saat itu ada dua kabilah dari golongan Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani Harits.

Kedua kabilah ini saling membanggakan dan saling merasa lebih baik. Satu pihak berkata ‘apakah di kalian ada yang seperti si fulan?’ pihak satunya yang tidak mau kalah juga melakukan hal serupa. Keduanya saling membanggakan dalam hal orang-oarng yang masih hidup. Bahkan meraka sampai membanggakan orang-orang yang sudah meninggal. Kedua belah pihak pergi ke perkubuan, di sana keduanya berkata ‘apakah pada kalian ada yang sehebat si fulan?’ sambil saling menunjuk-nunjuk kuburan.

Berkaitan dengan hal inilah Allah SWT menurunkan wahyu berupa surat At-Takasur ayat satu sampai dua. Ali pernah berkata bahwa awalnya merasa sangsi tentang siksa kubur, tapi setelah turun ayat satu sampai empat surat At-Takasur, maka hilanglah kesangsian itu. Surat Ini Menegaskan bahwa orang-orang bermegah-megah dapat membuat ibadah kepada Allah SWT menjadi lalai.

Hadits Dho’if  Tentang Fadhilah Surat At-Takasur

Ada bebarapa hadits dho’if (lemah) yang menyebutkan keutamaan atau fadhilah dari surat At-Takasur, berikut ini adalah beberapa fadhilah surat At-Takasur dari beberapa hadist dho’if

  • Dapat Memberi Keluasan Rezeki dan Kenaikan Pangkat

Disebutkan di salah satu hadist mengenai mengamalkan surat At-Takasur sebanyak 1000 kali, maka akan membuat yang membancanya dilapangkan rezeki serta dapat menaikan pangkat. Tetapi hadits ini termsuk hadist yang dho’if.

  • Menjadi Obat yang Mujarab

Jika membacakan surat ini sebanyak 100 kali pada air hujan yang dicampur dengan air minuman, ketika iar tersebut dimunum, maka akan penawar yang mujarab untuk setiap penyakit. Tetap lagi-lagi hadist ini merupakan hadist yang dho’if.

  • Akan Bertemu Dengan Rasulullah SAW di Dalam Mimpi

Selanjutnya mengenai hadits dho’if menganai surat At-Takasur adalah salah satu hadits ada yang menyebutkan, bahwa jika seseorang mampu membaca surat At-Takasur sebanyak 100 kali selepas mengerjakan salat Isya’, maka dia yang membacanya akan dapat berjumpa dengan Rasulullah SAW di dalam mimpinya. Ini juga termasuk hadist yang dho’if.

  • Membaca Surat At-Takasur Sama Dengan Membaca Seribu Ayat

Ibnu Umar ra. Meriwayatkan,  Rasulullah SAW bersabdah bahwa ‘tidakkah diantara kamu mampu membaca seribu ayat daam sehari?’ para sahabat menjawab ‘ siapa yang sanggup melakukan itu?’ kemudian sabda Rasulullah SAW ‘tidakkah seorang di antar kalian sanggup membaca bacaan Alhaakumuttakasur (surat At-Takasur)?’ namun lagi-lagi hadist ini juga dikatakan sebagai hadist yang dho’if.

Itulah bebrapa hadits dho’if yang menyebutkan fadhilah dari surat At-Takasur. Sehingga hadist-hadits tersebut tidak dapat dijadikan sebagai landasan hukum dalam beramal. Tetapi meskipun begitu membaca surat At-Takasur tetap akan mendatangkan pahala bagi setiap yang membacanya.

Teks Bacaan Surat At-Takasur beserta Arti dan Terjemahan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ – ١

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ – ٢

sampai kamu masuk ke dalam kubur.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ – ٣

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ – ٤

kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ – ٥

Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ – ٦

niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ – ٧

kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ – ٨

kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

Tafsir Surat At-Takasur Al-Jalalayn

01. (Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah (bermegah-megahan) yaitu saling bangga- membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.02. (Sampai kalian masuk ke dalam kubur) hingga kalian mati dikubur di dalam tanah; atau hingga kalian menghitung-hitung banyaknya orang yang telah mati.

03. (Janganlah begitu) kalimat ini mengandung hardikan dan cegahan (kelak kalian akan mengetahui.)

04. (Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui) akibat buruk dari perbuatan kalian itu di kala kalian menjelang kematian, kemudian sewaktu kalian telah berada di dalam kubur.

05. (Janganlah begitu) sesungguhnya (jika kalian mengetahui dengan pengetahuan yang yakin) tentang akibat perbuatan kalian itu, niscaya kalian tidak akan lalai taat kepada Allah.

06. (Niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim) Jawab Qasamnya tidak disebutkan, yaitu niscaya kalian tidak akan sibuk dengan bermegah-megahan yang melalaikan kalian dari taat kepada Allah. Lafal Latarawunna pada asalnya adalah Latarawunanna, kemudian Lam Fi’il dan ‘Ain Fi’ilnya dibuang, kemudian harakatnya diberikan kepada Wau, sehingga jadilah Latarawunna.

07. (Dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya) kalimat ayat ini mengukuhkan makna ayat sebelumnya (dengan pengetahuan yang yakin) lafal ‘Ainal Yaqiin adalah Mashdar; demikian itu karena lafal Ra-aa dan lafal ‘Aayana mempunyai arti yang sama.

08. (Kemudian kalian pasti akan ditanyai) lafal Latus-alunna dibuang daripadanya Nun alamat Rafa’ karena berturut-turutnya huruf Nun, dibuang pula daripadanya Wawu dhamir jamak, tetapi bukan karena ‘Illat atau sebab bertemunya kedua huruf yang disukunkan; bentuk asal daripada Latus-alunna adalah Latus-aluunanna (pada hari itu) yakni di hari kalian melihat neraka Jahim (tentang kenikmatan) yang kalian peroleh semasa di dunia, yaitu berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman dan nikmat-nikmat lainnya. Artinya dipergunakan untuk apakah kenikmatan itu?